Posts

Showing posts from June, 2016

12.07.2016

Yang memiliki perupaan akan meluruh; Yang memiliki rasa akan kembali terjatuh; Menjadi padu pada sebuah jelaga; Seperti diriku terjerat pada semesta seorang hawa; Yang telah berguguran kembalilah bersemi; Yang sekiranya telah mati hiduplah kembali; Yang telah hilang biarlah berganti; Dan biarlah yang tersakiti terobati; Pernahkah kita menggantung tanya; Akan sebuah problematika sederhana; Yang menjadi rumit bila terus dipikirkan; Dan seyogiyanya menjadi makin rumit bila dirasakan? Inginku menanyakan sebuah kepastian tentang kita; Bukan pada semilir angin yang membisikkan sebuah nama; Bukan jua pada pepohonan yang menari ria sendiri; Namun pada diri hawa yang telah mencuri kepemilikan hati ini; Sebab aku hanya memiliki; Seonggok hati untuk merasa dan mencintaimu; Sebab bila itu telah kau curi; Jatuh lagikah hati ini pada sosok selain dirimu?

01.04.2016

Image
"The flower blooms in silence; The moon moves in silence; The rain speaks in silence; I love somone in silence." -J.T- Ada dunia disekitarmu Ada dirimu di keasingan itu Laksana mentari berganti rembulan Begitulah kedatangan berganti kepergian Penahkah kembali kau hitung waktumu Yang telah terbuang tanpa ada satu setan pun yang tahu? Sudahkah kau kembali meretapi Setiap penyesalan hidup yang terjadi? Kehidupan bukan soal penerimaan Bukan juga soal pelepasan Bukan hanya sekedar berbahagia Tapi jua bukan tentang kesedihan belaka Siapa sebenarnya kita, manusia? Dan untuk alasan apakah kita terlahirkan? Makhluk kecil lemah tertindas tiada kuasa Mencari tanpa ada satu kepastian Sebab hidup bukan tentang pencarian saja Melainkan juga keberanian untuk memperjuangkan Menerima apa yang seyogiyanya harus diterima Dan melepas apa yang sekiranya harus terlepaskan Tepat hari ini waktu memulur kembali; Ketika usiamu berkurang kembali; Namun suda...
Image
''Kita tak pernah menanamkan apa-apa; Kita tak kan pernah kehilangan apa-apa.'' -Soe Hoek Gie- Pada setiap bait puisi terselipkan sekiranya sebongkah perasaan; Yang terlampau ranum dan candu bagi seorang jejaka; Yang seyogiyanya telah lama berkutat dalam keasingan dunianya; Dalam larik-larik puisi ia gambarkan setiap kesempurnaan; Yang tergambar dari elokan tubuh dan senyum seorang wanita; Seiring penggantungan tanyanya akan kekosongan hidup; Lalu lagi ia putuskan untuk kembali berpulang dari kehampaan; Membuka lebar-lebar pintu hati yang telah lama tertutup rapat; Seperti bibir-bibir sungging yang terus mencibir; Walau tiada satu setan pun yang tahu rahasia kita; Dan jejaka itu kembali menulis puisi; Akan tiba saatnya jua; Ketika perasaan tertambat di kaki seorang wanita ; Yang secara munafik mempermainkan kehidupan; Laksana sebuah guratan abstrak bermakna besar; Laksana sepenggal melodi cinta tak tertebak; Seorang penyair melantunkan puisi ...

03.06.2016

Image
Ada yang menghilang agar tahu apa rasanya dicari; Ada juga yang menghilang agar mampu terbiasa bila tak dekat kembali; Lalu apakah makna di balik kehilangan diriku? Terkadang kita memang harus melonggarkan peluk; Melepaskan genggaman; Mengendurkan ikatan; Melebarkan jarak Dan menempuh jauh; Untuk mampu memahami kedekatan yang pernah ada; Dan pada akhirnya; Kembali aku memahami; Kompleksitas konstruksi jiwa seorang manusia; Bertapa sulitnya bagi kita menanggalkan; Kebiasaan dan kenyamanan yang pernah ada; Menarik garis batas; Antara ada dan tiada; Memisahkan zona waktu; Masa lalu dan sekarang; Dan kini aku tersadar; Bahwa manusia memang terancang; Untuk terluka;