Berbincang Dengan Sang Hujan
"Niraksara perbincangan antara sang Pujangga dan Hujan. Sampai kapanpun kebisuan merupakan satu-satunya bahasa yang bergejolak dan mempertemukan mereka." Dengarlah gemuruh hujan pada malam hari ini; Dengan irama tetesannya kebisuan dicurahkan; Dalam kegelapan jua para pencari ikut melangkah; Menyusuri persimpangan jalanan yang basah; Mungkinkah sudah keraguan mereka terhapuskan? Ataukah praduganya telah menjadi satu bentuk prasangka, Yang sekiranya kembali menolak untuk lagi-lagi berbicara? Dengan satu sapuan halusnya kembalilah dikau sunyi menjadi hening, Hening menjadi tiada, seperti tiada memunculkan hampa; Lalu hampa pergi meninggalkan luka yang menganga pada dikau; Hanya kesembuhan dari hujan yang dinanti mereka yang terluka; Seperti juga berkat yang dinantikan dikau yang tak lelah menanti; Memegang erat setiap butiran yang mungkin tak mampu dimiliki; Mendengar irama yang selamanya tak mampu dimengerti; Bersabdalah hujan ...