Posts

Showing posts from June, 2017

Berbincang Dengan Sang Hujan

Image
"Niraksara perbincangan antara sang Pujangga dan Hujan.  Sampai kapanpun kebisuan merupakan satu-satunya bahasa  yang bergejolak dan mempertemukan mereka." Dengarlah gemuruh hujan pada malam hari ini; Dengan irama tetesannya kebisuan dicurahkan; Dalam kegelapan jua para pencari ikut melangkah; Menyusuri persimpangan jalanan yang basah; Mungkinkah sudah keraguan mereka terhapuskan? Ataukah praduganya telah menjadi satu bentuk prasangka, Yang sekiranya kembali menolak untuk lagi-lagi berbicara? Dengan satu sapuan halusnya kembalilah dikau sunyi menjadi hening, Hening menjadi tiada, seperti tiada memunculkan hampa; Lalu hampa pergi meninggalkan luka yang menganga pada dikau; Hanya kesembuhan dari hujan yang dinanti mereka yang terluka; Seperti juga berkat yang dinantikan dikau yang tak lelah menanti; Memegang erat setiap butiran yang mungkin tak mampu dimiliki; Mendengar irama yang selamanya tak mampu dimengerti; Bersabdalah hujan ...

11.06.2017

A Poet always fools himself Say he loves, but he doesn't Even when his words are gone Will he accept to let them go? He ends up being lonely Many times he dazzled, the more he realized Each pain is being written through reality Why won't it be eased by his poem? If love is all that means to him Happiness is the only reason to stop writing At the end he sets all free beyond metaphors Why doesn't he just let it flow through time? Words only keep growing stronger Sentences were born from metaphors womb She's the gap in ballad of this poet. But why do his feelings stuck on this poem?

06.04.2017

Pada hari yang baik di bulan yang baik ini; Hujan turun lagi membasahi segenap pertanahan; Dibalik bulirnya seorang pujangga termenung; Menuliskan kembali lirik-lirik tersedih dalam puisinya: Wahai imaji hujan di masa lalu; Pernah kulupa namun mengapa belum kurela? Wahai melodi hujan di masa lalu; Kembali kau ketuk palung paling dalam; Kehalusan suara wanita yang pernah ada; Mengapa tak lenyap bersama kejatuhanmu? Apakah lagi-lagi aku berdiri pada persimpangan yang sama? Penuh kabut, memudar namun seyogianya belum sirna; Tahun demi tahun telah berlalu bersama kejatuhan hujan; Namun mengapa kesepian tak pernah berlalu? Walau kesedihan menolak segala kefanaan; Yang belum berubah menjadi sebuah kejadian; Yang menolak segala bentuk pengulangan; Apakah kekosongan merupakan bentuk realita tertunggal Yang selamanya akan terus berbahasa dalam kebisuannya? Mengapa masih aku mengaku yang tertabah; Jika musibah tak mampu melenyapkan; Segala terpaan angin rindu yang pernah ...