15.11.2017
Pernahkah kau dengar sebuah kisah Di bawah gemerlap mati hidupnya tujuh purnama? Seonggok jiwa tua berbicara dalam kebisuannya Menghitung sisa hari yang masih dimilikinya Pada penghujung hari yang dinantikan Di kala jiwa tua ini telah lelah berkelana Dan tak lagi benderang maupun rupawan Hanya sunyi yang mampu ia bawa ke alam baka Perlahan sang jiwa tua itu hidup lagi Dalam hausnya ia berkelana Membawa beban sepanjang hidup barunya Oh jiwa tua terlahir lagilah engkau menjadi unta Jika memang kebodohan menjadi alasanmu untuk memikul beban? Apakah ketidakpastian menjadi sebuah tuntutan akan langkahmu? Dan jika kematian lagi-lagi akan menghampirimu Sanggupkah engkau menghapuskan derita dalam kesendirianmu? Dan sekali lagi jiwa tua itu harus mati Tidak ada lagi belengguh yang harus ia pikul Hanya kebebasan yang terdapat dalam aumannya Oh jiwa tua terlahir lagilah engkau menjadi singa Tak ada lagi sakit dan derita yang mampu kau rasa ...