Dunia Dalam Hujan
melebat tiba-tiba.
Kehadiranmu ibarat angin
bisa dirasakan
selalu dan tiba-tiba."
-JT-
Tiada
yang tahu kejatuhannya tanpa asal muasal;
Tiada yang
melupa dimana sang hujan tercurah;
Ia yang hanya jatuh berlinangan terbasahi penuh sesal;
Ia yang menanti ketiadaan hari-hari yang cerah;
Terberkatilah wahai pepohonan yang berdesah;
Terberkati jualah hati yang menanggung gelisah;
Meneteslah wahai keakuan butir-butir awan;
Terlepaslah apa yang seharusnya terlepaskan;
Apakah mungkin ini semilir kerinduan;
Yang terbungkus erat-erat oleh kebolehjadian?
Ataukah
ini hanya segumpal perasaan;
Yang mengkal diantara kebahagiaan dan kesedihan?
Yang masih belum berjatuhan;
Biarlah ia tetap pada semestinya;
Yang masih belum tercurahkan;
Biarlah kelak ia tetap menjadi rahasia;
Wahai sayangku dengarlah irama hujan itu;
Wahai manisku hiruplah aroma hujan itu;
Jadilah candu dalam hadirnya hujan itu;
Dan
biarlah aku terus terasing di hujan itu.
Leipzig,
20.03.2016

Comments
Post a Comment