15.11.2012
Akulah malam tanpa rembulan mengaram agam didalam gundah;
Semayam lara dipikul dada, merindu cahya baka tiada tara;
Mengetuk hati asa kupendam, ilusi fana menghantu jiwa;
Malam lasa penantian panjang, merindu sosok pujaan hati;
Limpangan rasa membelengguh kalbu melayang menembus desau sunyi;
Kemana pergi dambaan jiwa ketika malam kelam mengerangku?
Aku kesepian didalam antah berantah;
Jiwa mengembara perasaan terkubur bersama senyapnya malam;
Kemana gerangan pejatian dikau bersembunyi?
Rasa mengidas bersama desah risau;
Bersama ilusi dirimu ku meranggas menari dibawah rembulan
Kata yang tak sampai terpendam jauh menguburku;
Ketika raga tersiksa jiwa merana dengan bayang-bayang dirimu;
Duduk menegak kerinduan dalam dekapan kabut;
Kutuk durjana penantian berlarut maut;
Lintangan langit malam tanpa bintang tanpa dikau;
Deburan angin membisik namamu ditengah kesunyian dunia;
Aku merintih meratap senyummu, dibalik gelapnya malam ini...
Semayam lara dipikul dada, merindu cahya baka tiada tara;
Mengetuk hati asa kupendam, ilusi fana menghantu jiwa;
Malam lasa penantian panjang, merindu sosok pujaan hati;
Limpangan rasa membelengguh kalbu melayang menembus desau sunyi;
Kemana pergi dambaan jiwa ketika malam kelam mengerangku?
Aku kesepian didalam antah berantah;
Jiwa mengembara perasaan terkubur bersama senyapnya malam;
Kemana gerangan pejatian dikau bersembunyi?
Rasa mengidas bersama desah risau;
Bersama ilusi dirimu ku meranggas menari dibawah rembulan
Kata yang tak sampai terpendam jauh menguburku;
Ketika raga tersiksa jiwa merana dengan bayang-bayang dirimu;
Duduk menegak kerinduan dalam dekapan kabut;
Kutuk durjana penantian berlarut maut;
Lintangan langit malam tanpa bintang tanpa dikau;
Deburan angin membisik namamu ditengah kesunyian dunia;
Aku merintih meratap senyummu, dibalik gelapnya malam ini...
Comments
Post a Comment